Dr. BABY JIM ADITYA, M.Psi., Psikolog, MNLP, C.I., C.Ht.

Baby Jim Aditya adalah seorang psikolog klinis yang menggunakan pendekatan Neuro-Lingustic, Life Coaching dan Mental Coaching dalam menangani klien-kliennya.

Baby Jim Aditya

Psikolog klinis Baby Jim Aditya dikenal sebagai tokoh senior dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia sejak tahun 1980-an, dan banyak menggeluti isu seputar seksualitas.

Artis teater KOMA ini adalah pekerja lapangan tangguh yang menjangkau kelompok berisiko tinggi seperti Pekerja Seks dan Langganan Pekerja Seks, supir truk jalur Pantura, LGBTIQ, pecandu narkoba suntik, hingga narapidana di penjara-penjara.

Bahkan disertasi Doktor-nya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia merupakan penelitian tentang Narapidana dan Residivis dengan HIV/AIDS yang memasang manik-manik di penis mereka, berperilaku seks risiko tinggi dan merupakan pecandu narkotika suntik. 

Sedangkan tesis S-2 nya di fakultas yang sama, mengangkat isu Perilaku Seksual Narapidana Waria di penjara laki-laki. 

Kata mereka

Selama ini saya hanya memendam sendiri rasa marah dan kecewa pada suami, berharap dia berubah. Tapi lama-lama keadaan makin parah, dia tetap gak berubah, malah saya yang tambah rusak mentalnya. Kasihan anak-anak sering jadi sasaran emosi, padahal saya marah sama suami, tapi gak berani terang-terangan. Makanya saya perlu bantuan psikolog profesional seperti mbak Baby untuk membantu mencari solusinya. (ibu X, 34 th, Jakarta)
Gak nyangka kalau kebiasaan nonton bokep sejak sekolah dulu, ternyata jadi masalah serius dalam perkawinan kami. Saya gak bisa puas dengan istri, selalu terbayang adegan hot dan liar, sementara istri gak pernah paham keinginan saya. Kalau ketahuan saya masih ngumpet-ngumpet nonton, bisa makin runyam. Saya bingung gak tau harus omong ke mana... sampai ketemu nomer telpon mbak Baby Jim yang bisa ngerti keadaan saya (Bp. X1, 42 th, Singapura)
Tadinya saya kira biasa aja, saya gak punya dorongan seks yang cukup buat memenuhi keinginan suami. Padahal dulu waktu pacaran, kami sama-sama menggebu-gebu dan saling butuh. Semua hal kami rasa cocok, asik, nyenengin, makanya nikah. Tapi ketika sudah menikah baru saya nyadarin, ternyata suami punya riwayat suka jajan sejak muda. Sekarang makin menjadi-jadi karena saya gak bisa ngikutin maunya dia. Self-esteem saya hancur karena merasa gak dihargai dan dianggap penting oleh dia. Untung saya dapat kontak mbak Baby di IG (Ibu XX2, 31 th, London)
Mbak, bagaimana saya bisa betah tiap hari harus ikut makan malam dengan keluarga di rumah, kalau ujung-ujungnya harus denger ayah-ibu berantem lagi? Tiap hari kayak gitu sejak saya kecil. Kenapa sih mereka nggak pisah aja, dari pada kami anak-anaknya harus denger mereka salah-salahan melulu? Kasihan juga sih mereka, tapi siapa yang akan kasihan sama diri saya yang udah makin kehilangan trust pada perkawinan? (Mr. XY2, 28 th, Kaltim)

Your life is more important
than you may believe

Contacts

For any inquiries please email

bja@babyjimaditya.com

Theme Galepro Design by Gian MR